Di sebuah hotel berbintang, diadakanlah seminar “Peran Anggota Tubuh dalam Menyehatkan Tubuh secara Optimal”. Tapi, saudara saya, Pak Dhe Mali, menyebutnya “Seminar Dubur”. Dalam seminar tersebut hadir seluruh anggota tubuh manusia. Duduk pada deretan depan para anggota tubuh yang dianggap vital oleh panitia, seperti Jantung, Ginjal, dan Otak. Lalu pada deretan berikutnya tampak Mata, Mulut, Perut, dan lain-lain. Pada deretan belakang, duduk bagian anggota tubuh yang dianggap tidak punya peran banyak, antara lain Rambut, Kuku, dan Dubur.

Karena pembicara utama belum datang, iseng-iseng Mr. Mata angkat bicara: “Saudara-saudara sekalian. Sesungguhnyalah kita semua sudah tahu apa peran kita masing-masing. Ada yang punya peran penting, ada pula yang tidak. Lihatlah alam sekitar ini: laut, gunung, pepohonan, sungai, semuanya tampak indah. Dan siapa yang bisa menyaksikan itu semua? Tentu hanya Mr. Mata. Jadi, Saudara menjadi paham siapa yang paling berperan dalam tubuh ini, bukan?”

Mendengar perkataan itu, Mr. Jantung menjadi marah. Katanya: “Tidak bisa. Yang terpenting dalam tubuh ini tetap saya, Mr. Jantung. Bagaimana Mr. Mata bisa melihat kalau saya tidak bekerja?” Lalu, Mulut pun ikut bicara: “Saudara, ketahuilah. Mata masih bisa melihat dan Jantung masih tetap berdetak karena tubuh ini cukup makan dan minum. Tidak ada anggota tubuh lain yang bisa makan dan minum kecuali Mr. Mulut, bukan?”

Pada akhirnya, forum seminar itu menjadi ajang perdebatan yang tidak berujung-pangkal. Masing-masing bagian tubuh merasa menjadi bagian yang paling penting. Maka, di bagian belakang, salah satu anggota tubuh yang merasa tidak punya peran penting, yakni Mr. Dubur, diam-diam menyelinap meninggalkan hotel. Ia memutuskan pulang, tidur, dan beberapa hari tidak akan bekerja.

Satu-dua hari tidak terjadi persoalan yang berarti pada tubuh itu. Namun pada hari ketiga, keempat, dan kelima, Perut menjadi tidak nyaman, detak Jantung menjadi tidak beraturan, Mata menjadi prepet-prepet, dan tubuh secara keseluruhan menjadi lemes. “Ini semua hanya gara-gara Mr. Dubur tidak menjalankan fungsinya, nggih?” Tanya saudara saya, Pak Dhe Mali.